Bagaimana Ini Dimulai
Pada 2018, David Layardi mulai menyeduh kopi untuk rekan kerjanya di ruang kantor. Bukan untung, hanya untuk berbagi secangkir kopi yang baik. Dari sana, 'Kopi Dalar' lahir — gabungan 'kopi' dan julukan 'Dalar'.
Dari ruang kantor Indonesia ke Jepang — satu cangkir pada satu waktu.
Dengar CeritanyaDari ruang kantor ke Jepang — sebuah perjalanan cinta pada kopi.
Pada 2018, David Layardi mulai menyeduh kopi untuk rekan kerjanya di ruang kantor. Bukan untung, hanya untuk berbagi secangkir kopi yang baik. Dari sana, 'Kopi Dalar' lahir — gabungan 'kopi' dan julukan 'Dalar'.
Pada Oktober 2025, Kopi Dalar resmi membuka bab baru — dari Indonesia ke dunia, dengan bab pertama di Jepang. Logo bulat berwarna cokelat — huruf 'o' pada 'kopi' menjadi cangkir dengan biji kopi — dirancang kolega, Theo, dalam sekitar satu jam pada Maret 2020. 'Investasi keisengan,' katanya.
Sejak tiba di Jepang, komunitas global terus tumbuh.
Sejak tiba di Jepang, Kopi Dalar dinikmati pelanggan dari sepuluh negara.
“Cangkir V60 dingin terang dan bersih — seperti pagi di Jepang.”
“Espresso berkilau di New York — rasa yang membuat saya kembali.”
“Kopi non-profit justru terasa paling tulus.”
“Piccolo yang seimbang — keasaman lembut dan body yang pas.”
“Dari Indonesia ke Jepang, dengan cinta di setiap cangkir.”
“Saya tidak menyangka kopi terbaik datang dari hobi seseorang.”
Kopi Dalar dibuat untuk dibagikan. Temui kami dan ikuti perjalanan kami.