Kopi Dalar
Secangkir kopi Kopi Dalar

Kopi Dalar dibagikan dengan cinta

Dari ruang kantor Indonesia ke Jepang — satu cangkir pada satu waktu.

Dengar Ceritanya
Indonesia → Jepang Non-profit Dibagikan dengan cinta 4 variasi biji 98% kepuasan

Cerita Kopi Dalar

Dari ruang kantor ke Jepang — sebuah perjalanan cinta pada kopi.

01

Bagaimana Ini Dimulai

2018

Pada 2018, David Layardi mulai menyeduh kopi untuk rekan kerjanya di ruang kantor. Bukan untung, hanya untuk berbagi secangkir kopi yang baik. Dari sana, 'Kopi Dalar' lahir — gabungan 'kopi' dan julukan 'Dalar'.

02

Melangkah ke Jepang

Pada Oktober 2025, Kopi Dalar resmi membuka bab baru — dari Indonesia ke dunia, dengan bab pertama di Jepang. Logo bulat berwarna cokelat — huruf 'o' pada 'kopi' menjadi cangkir dengan biji kopi — dirancang kolega, Theo, dalam sekitar satu jam pada Maret 2020. 'Investasi keisengan,' katanya.

  1. 2018
    Awal mula di ruang kantor
  2. 2020
    Logo lahir — investasi keisengan Theo
  3. 2025
    Bab baru: Jepang
03

Kopi Dalar dalam Angka

Sejak tiba di Jepang, komunitas global terus tumbuh.

3–5
cangkir per hari
65+
cangkir dalam 3 bulan
1 kg
biji digiling
4
variasi biji — 50% sangrai Jepang, 50% Indonesia
98%
tingkat kepuasan

Suara dari Mancanegara

Sejak tiba di Jepang, Kopi Dalar dinikmati pelanggan dari sepuluh negara.

★★★★★
“Cangkir V60 dingin terang dan bersih — seperti pagi di Jepang.”
Yuki Tanaka
Penggila kopi spesialti
Tokyo, JP
★★★★★
“Espresso berkilau di New York — rasa yang membuat saya kembali.”
Emma Carter
Desainer
New York, US
★★★★★
“Kopi non-profit justru terasa paling tulus.”
Lucas Dubois
Brussels, BE
★★★★★
“Piccolo yang seimbang — keasaman lembut dan body yang pas.”
Aarav Sharma
Barista rumahan
Mumbai, IN
★★★★★
“Dari Indonesia ke Jepang, dengan cinta di setiap cangkir.”
Sophie Martin
Paris, FR
★★★★★
“Saya tidak menyangka kopi terbaik datang dari hobi seseorang.”
Daniel Reid
Auckland, NZ

Ikut Cerita Kami

Kopi Dalar dibuat untuk dibagikan. Temui kami dan ikuti perjalanan kami.